Banjarnegara – Suasana Balai Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Jumat malam (8/8/2025), terasa berbeda. Ratusan warga dari tiga dusun berkumpul mengikuti Seminar Edukasi dan Aksi Lingkungan bertema “Desa Tangguh Bencana, Alam Asri” yang digelar KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 36.
Tak hanya menyuguhkan teori, seminar ini menghadirkan langsung pengalaman lapangan dari Pak Wanidi AH, Komandan Relawan Destana Banjarnegara, yang datang bersama rekannya, Pak Tato. Dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia sosial, Pak Tato berbagi kisah nyata perjuangannya membantu masyarakat di daerah rawan bencana.
“Banjarnegara ini ibarat tempat wisatanya bencana. Musim hujan sering longsor, jadi warga harus tahu bagaimana langkah pencegahan sejak awal,” tegas Pak Wanidi di hadapan peserta.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini diawali sambutan perangkat desa, dilanjutkan pemaparan materi, sesi diskusi interaktif, hingga ajakan bersama untuk melakukan aksi nyata menjaga lingkungan. Kehadiran Sekretaris Desa, para kepala dusun, serta perangkat desa membuat suasana semakin hangat.
Bagi warga Clapar, momen ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah KKN di desa tersebut, sebuah acara berhasil merangkul tiga dusun sekaligus. Tak heran jika apresiasi datang dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Desa Clapar.
“KKN kali ini hebat. Bisa bikin acara yang menyatukan satu desa. Biasanya hanya fokus ke satu dusun saja,” ujarnya sambil tersenyum saat berbincang dengan mahasiswa.
Seminar ini tak hanya menambah wawasan tentang mitigasi bencana, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Bagi mahasiswa KKN UIN Saizu, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa edukasi dan aksi nyata bisa berjalan beriringan.
Penulis : Hatika Hidayanti, Dzarril Hafidz, Rizki Uripah
Mahasiswa KKN Kelompok 36, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto