Banjarnegara – Warga Dusun 2 Sinanjer bersama Tokoh adat, mahasiswa KKN UIN SAIZU, guru, serta murid SD Negeri 1 Clapar menggelar Pawai Budaya menuju Gunung Sokawiana, Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara pada Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi napak tilas setiap bulan Suro/Muharram yang bertujuan untuk menghormati leluhur, memohon perlindungan, serta melestarikan warisan budaya leluhur.
Napak tilas diawali dari jalan sebelum kebun salak menuju Gunung Sokawiana, di mana para peserta berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju Gunung Sokawiana. Barisan peserta dipimpin oleh pembawa janur kuning di sisi kanan dan kiri, diikuti oleh tokoh-tokoh adat dan Juru kunci. Arak-arakan ini turut diiringi dengan alunan musik kenong yang dibunyikan sepanjang perjalanan menuju petilasan atau pertapaan.
Sesampainya di lokasi, rangkaian acara dimulai dengan penyembelihan kambing Kendhit dan ayam Blorok. Kepala dan kaki kambing dikuburkan serta ditaburi bunga sebagai bentuk persembahan kepada ruh atau penguasa Gunung Sokawiana. Prosesi juga disertai dengan pembakaran dupa. Dalam pelaksanaan ritual, dua warga mengalami kesurupan, yang menurut kepercayaan warga menandakan kehadiran ruh leluhur.
Kaki Suwarto selaku Juru kunci menjelaskan bahwa fenomena spiritual yang terjadi kali ini tergolong langka. “Para leluhur yang hadir pada kali ini banyak yang dari daerah jauh, hingga ada yang dari Kalimantan,” ujarnya. Hal tersebut diyakini sebagai pertanda kekuatan spiritual yang besar dan mendapat perhatian khusus dari para tokoh adat.
Cuaca cerah turut mendukung kelancaran jalannya prosesi. Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini tampak khidmat dan penuh semangat, menjadikan acara napak tilas sebagai momen sakral sekaligus ajang mempererat kebersamaan serta menjaga kearifan lokal desa.
Penulis : Hatika Hidayanti, Dzarril Hafid A, dan Joko Dwipo M